… Hmmm Muantab …

Kemarin, setelah beberapa hari Telkomsel Flash saya bermasalah, akhirnya malam minggu kemarin (20/06/09), saya iseng-iseng nyoba download beberapa ISO Linux dari Server Lokal. Maklum, masa aktifnya sudah mau habis, namun masih ada quota 15 jam hehehe. Maka diputuskan untuk mengunduh habis-habisan. Wah, jika mendownload Linux yang biasa tentu Lucu juga, ukurannya itu loh, rata-rata di atas 2 GB per Distro. Hmmm, maka diputuskan untuk mengunduh versi LiveCDnya aja, rata-rata antara 600MB-700MB untuk setiap Distro. Lagian juga, sudah beli majalah Info Linux. Hehe, jadi distro yang umum, tentu sudah ada. Lumayan, habis mengunduh sekitar 2GB untuk 4 Distro LiveCD hehehe….

openSuse

LiveCD, sesuai namanya, tentu merupakan Distro Linux yang dijalankan (boot) lewat CD/DVD ROM dan Tanpa Instalasi. Namun beberapa distro LiveCD juga menyediakan fasilitas Install ke hard disk jika ternyata “cocok” namanya juga icip-icip. Beberapa kegunaan Distro LiveCD seperti : untuk pemula Linux, yang ingin mengetahui apa itu Linux dan ingin mencoba tanpa harus menginstall ke hard disk, maka LiveCD dapat digunakan. Kegunaan selanjutnya, jika ternyata Sistem Operasi Windows kita hang (hehehe always), sedangkan datanya perlu di Backup, maka LiveCD dapat melakukan backup data partisi Windows bahkan Linux juga tentunya hehe. Selain itu, jika kita ternyata juga lupa Passordnya root/super user, maka LiveCD dapat meresetnya. Nah ini juga salah satu kegunaan LiveCD, jika ternyata kita membutuhkan software untuk meresize partisi hard disk, apalagi komputernya adalah Server yang notabene berhard disk SCSI, maka LiveCD dapat pula digunakanan untuk keperluan ini. Dan berbagai macam kegunaan lainnya yang pembaca sekalian tentunya sudah paham betul hehe. Namun, dibalik itu semua, LiveCD juga mempunyai keterbatasan, yakni : karena dijalankan di atas CD/DVD, maka prosesnya menjadi agak lambat jika dibandingkan dengan Linux yang di install ke hard disk. Selain itu, biasanya paket (software) yang ditawarkan tentu tidak selengkap Linux Non LiveCD pada umumnya.

Oke lah, berikut ini beberapa distro LiveCD yang saya coba setelah di Burn dulu ke keping CD.

OpenSuse 11.1
Fantastik, hehe, ya itulah kata yang muncul begitu melihat sekilas tampilannya. Menggunakan KDE 4 sebagai default windows managernya. Ya…, OpenSuse tetaplah OpenSuse…, keren lah. Jika di versi Non LiveCD, dulu saya gunakan untuk belajar programming di Linux, ada Gambas & Mono. BTW, patut diCoba. Software yang disediakan dalam versi LiveCD sudah Oke untuk keperluan sehari-hari (yang nggak macem-macem loh hehehe)

Fedora 11
Ya…, inilah versi Komunitas dari RedHat. Mmm…, dari segi tampilan, tentu tidak seheboh OpenSuse. Maklum, yang saya coba versi Gnome yang terlihat agak kalem hehehe. Namun jangan salah, distro ini lumayan juga untuk dipake ngajar (hehehe Fedora Minded). Mungkin karena dah familiar sejak FedoraCore2 kali yach. Sip lah, moga2.., makin stabil juga tentunya. Aplikasi yang disediakan juga sudah memadai untuk kebutuhan standar.

CentOS 5.3
Hmmm, jika ingin merasakan RedHat Enterprise Linux (RHEL) versi komunitas, maka gunakanlah CentOS sebagai distro pilihan Anda. Tapi ya sama aja sih, wong sama2 keluarga RedHat juga, walaupun beda “cita rasa” sedikit. Hehehe, no comment lah, wong sama2 rasa RedHat sih…

GParted Live 0.4.5-2
Ya…, distro ini selalu jadi penyelamat saya untuk urusan Partisi hard disk. Kasus terakhir kemarin, saya juga meresize hard disk server Dell dengan Linux LiveCD ini. Sip lah, namun jangan lupa selalu backup data sebelum melakukan perubahan ya.

Then, beberapa Linux LiveCD yang masih di hunting seperti BackTrack 4, Knoppix, Mandriva, dll. Hehehe, sisa 8 jam nih untuk mengunduh. Moga2, masih bisa 3-4 Distro lagi ya. Hehehe, ayolah Flash, tunjukkan, klo kamu mampu hehehe. Selamat mencoba.

Beberapa Mirror yang dapat digunakan :
- CBN
- Foss-ID
- Kambing UI
- GParted Live