… Linux Command Line …

Mukaddimah : hehe bagi saya yang orang awam, pertama kali mengenal command line tentulah saat bernostalgia dengan Ms DOS 6 sekitar tahun 1997. Di DOS sendiri sebuah perintah dapat dikategorikan sebagai internal atau external command. Kemudian perkenalan berlanjut dengan “Pacar Baru” yakni mulailah era Microsoft Windows tiba. Ternyata command line pun tetap dipertahankan. Jika di Windows XP, maka kita akan mengenal COMMAND.COM atau CMD.EXE. Dengan prompt ini, kita dapat mengekplore fasilitas2 dari Windows yang biasanya di “hidden” hehe jadi biasanya kan tinggal klik sini – klik sana :P beres.

Nah berhubung saya mengenal “wanita lain” >> hehe maksudnya Linux :P maka perkenalan awalnya berlangsung agak kurang enak. Hehe sebab yang waktu dipelajari di kampus itu saya menggunakan Pentium 486 :P hehe pakai LTSP (http://ltsp.org) jadi ya layar hitam gitu. Tapi BTW, mau nggak mau harus mengerti juga command line di linux. Kita dapat menggunakan terminal (Gnome) atau console (KDE) untuk menjalankan command line di Linux.

Perbedaan mendasar menurut saya adalah, di Linux (*NIX) command bersifat CASE SENSITIVE. Jadi misalnya ls tidak sama dengan LS. Kemudian di Linux mengenal adanya hirarki perintah berdasarkan status penggunanya, apakah dia sebagai user biasa aataukan di login sebagai root ? Kemudian antar perintah dapat digabungkan dengan tombol pipe | , Trus juga linux mempunyai manual page pada sebuah command yang lebih lengkap dibanding windows. Hehe lainnya rasakan & coba aja sendiri :D

Untuk referensi lebih lanjut, silahkan kunjungi :
- http://www.linuxcommand.org
- http://www.ss64.com/bash/index.html
- http://www.oreillynet.com/linux/cmd/
- http://www.pixelbeat.org/cmdline.html
- http://www.yolinux.com/TUTORIALS/unix_for_dos_users.html
- http://fosswire.com/wp-content/uploads/2007/08/fwunixref.pdf
- http://www.redhat.com/docs/manuals/linux/RHL-7.2-Manual/getting-started-guide/